Tuesday, May 31, 2016

Tunas Rindu Mulai Rindang



alam keheningan malam, sesaat pikiran ini dilayangkan oleh bayang-bayang kenangan indah bersama ADV tersayang,
Ingin kenangan indah itu selalu ada lagi sebagai pengisi rongga hati yang sepi sendiri. Aduh, kalau demikian aku jomblo dong? Apa benar kalau saat ini aku jomblo...

Sunday, May 22, 2016

Berilah Judul Sendiri

Saat Ini…

Aku ingin bungkam seperti hadirnya rembulan yang ditunda hujan. Menjadi gelap menyayat namun rintikan gerimis hujan yang konstan seolah mampu menggantikan sinar benderangnya yang lenyap itu di suatu malam yang sendu, bila tiba. Mulai kulenyapkan rasaku, satu-persatu menuju kekosongan yang bukan dewasa adanya melainkan polos kekanak-kanakan seperti dulu.

Monday, May 9, 2016

Kau dan Aku, Satu

Kurasakan kau adalah aku dan aku adalah kamu. Ketika aku melihat sesuatu, sepertinya kamu yang sedang melihat sesuatu itu. Apabila aku sedang memikirkan sesuatu, seakan yang sedang memikirkan sesuatu itu kamu. Penglihatanku, penglihatanmu dan detak jantungku, detak jantungmu. Aku hidup, dan hidupku ini hidupmu. Kenyataannya memang begitu, bukan?

Sungguh tak pernah mengira sebelumnya, jika pada masanya aku dan kamu saling mengenal sampai sedekat ini, meskipun tadinya tak terpikirkan dibenakmu sosok dirimu. Namun seoalah-olah kehadiranmu yang tak ter-rencana kini memahami sedikit banyak unsur dari jiwamu bagian dari sebuah keharusanan tepatnya.,

Sunday, April 10, 2016

Dear ADV


Hei, kamu!
Yang datang tepat waktu, hadir saat aku sedang bermuka sendu engkau datang untuk mengikis pilu, Walau awalnya malu-malu..
Aih, pancaran matamu (itu lho...) Buat aku tersipu, hatiku berdesir  

Thursday, April 7, 2016

Anugrah Tuhan



Bergemuruh haruku dalam diam
Indah jingga LangitMu
Indah tasbih Ombakmu
Indah desir AnginMu
Kenyangku adalah nikmat
Nafasku adalah nikmat
Sujudku adalah nikmat
Rukukku adalah nikmat
Perjalananku adalah nikmat
Mataku adalah nikmat

Tuesday, January 26, 2016

Fundamentalisme Islam



PANORAMA PENEGAKKAN NEGARA TUHAN:
NKRI DALAM BAYANG-BAYANG ISLAM FUNDAMENTAL

Abstract

Currently Indonesia is sandwiched in the middle of two major currents. The first flow is the flow of globalization and neo-liberalization of the economy and the globalization of Islam. This second bore rigid fundamental Islam is patterned. The group has a considerable effect on the appearance of some Muslims in this country who desire to uphold the legitimacy of the state of God by using the text of the Koran (la hukma ilallah) in a pluralistic society, undermine the authority of Pancasila and the Homeland, as well as a determinant passionate theological truth, Now the attitude and view of the above has been generated through a certain mass organizations and even political parties in this country. It means that Indonesia under threat, because it is in the shadow of Islamic fundamentalism

Friday, October 23, 2015

Suara Rindu Dari Lereng Gunung Kembar



Sinar surya sudah memancar menyinari alam, menebar kehangatan. Sinar itu menyapa dengan ramah daun-daun yang hijau royo-royo, menghampar bagai permadani nan luas. Burung burung pipit beterbangan ke sana ke mari dengan riang. Alam semakin hangat. Semakin benderang. Sinar matahari pagi itu terus bergerak menerobos menyingkirkan kegelapan. Aku buka tirai kamarku, merasakan kesejukan udara pagi nan sejuk. 

Friday, September 11, 2015

Pendekatan Studi Fikih

Dari Fikih Normatif Menuju Fikih Etik

Pohon ilmu (fikih dan tasawuf) sejak dari sumber pertamanya, sebagaimana dijelaskan oleh Juhaya S. Praja (2002: 122) adalah wahyu (al-fitrah al-munazzalah) yang terdapat di dalam al-Qur’an dan hadis. Wahyu dapat dipahami oleh umat Islam dengan menggunakan penalaran akal, indera dan pengalamannya, sehingga melahirkan ilmu-ilmu al-Qur’an dan hadits. Selanjutnya menurut Ibnu Taymiyah, dalam filsafat Islam dikenal dua cabang ilmu. Pertama, ilmu tentang agama (al-‘ilm bi al-di>n), yang disebut dengan Ilmu Agama dan kedua, ilmu tentang kealaman (al-‘ilm bi al-ka’inat).

Sunday, May 24, 2015

Clotehan Pemabuk

Alam sing kabeh enak. Alam surga. Semuanya tambah enak. Itu diakhirat... mulano sliramu aja kaget iki rencanane arep di pateni... disempurnakke nikmat (al mautu tuhfatul mukmin) mati iku jajane mukmin, jajan di dunia tidak ada, adanya di akhirat. ahire barange ara digawo nang dunyo wonge sing diterke ning ahirat, orang muslim  (al mautu tanamu nikmat).. di pindah ke alam yang lebih sempurna. (al hayatu nikmat) kanggo wong mukmin kang  shalih.. pd ky budal ing surga mati mbuka pintu surga (juilalakumul abdu ilal intiqal) makhluk abadi. Kanggo wong nakal (al hayatu musibah) kanggo wong kafir. Pd karo mlaku nang pintu neraka, barang mati mbuka pintu neraka.

Monday, January 26, 2015

Wisuda ko Bingung?

 Mau kemana setelah wisuda, Men?
“Hah? Duh, gue nggak mikir sejauh itu.”
“Mau kemana setelah wisuda, Bro?”
“Hmmm. Ng..ngak tau.”
“Mau kemana setelah wisuda, Sob?”
“Mau dilamar pengusaha kaya aja.”
“Mau kemana setelah wisuda, mal?”
“Mau ke akherat.”

Congratulations on graduation?


Wisuda merupakan kata sekaligus proses yang sangat di idamkan bagi sebagian besar mahasiswa, hyah...itu merupakan kata dimana mahasiswa layak mendapatkan gelar kesarjanan secara formal "terlepas dari kontroversi keilmuan", namun agaknya kata itu merupakan suatu tanda ceremonial untuk sekaligus pembuka harapan baru bagi para wisudawan/wati.

namun yang jelas widsuda adalah harga mati untuk dunia perkulihaan, tapi setelah kita mati, malaikat tak pernah tanya, kita sarja apa siapa?.Hahahah

Tuesday, January 20, 2015

KONFIGURASI PEMIKIRAN HUKUM ISLAM



KONFIGURASI PEMIKIRAN HUKUM ISLAM
(Studi Atas Kerangka Metodologi Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA)


A.  Latar Belakang
Metodologi merupakan wilayah yang terkena imbas persoalan dan praktek studi dalam hukum Islam. Hal ini ini terlihat terutama pada adanya tarik-menarik antara model teologis-normatif-deduktif cenderung didominasi oleh Aristotalian logic yang cenderung mendekati masalah hitam putih, salah benar, halal-haram, Islam-kafir, Sunah-bid’ah, dan yang semacamnya. Akibatnya pemikiran yang ada dipandang bersifat sempit, kaku dan rigid. Sayangnya, tidak sedikit kalangan yang kurang bahkan tidak menyadari bahwa tujuan pokok agama (Islam) adalah untuk rahmatan lil alamin.

Thursday, January 8, 2015

Lulus versus Hampir Lulus

Sebagai pemuda dengan idealisme, tentu kita setuju bahwa kemampuan (skill) lebih utama dari sekedar ijazah. Alasan utamanya adalah menilai seseorang hanya dari ijazah saja menimbulkan beberapa masalah. Misalnya, tidak semua kemampuan ada ijazahnya. Kemudian, mana kelihatan perbedaan level masing-masing orang dari ijazah saja, apalagi ijazahnya beberapa tahun lalu.

Thursday, January 1, 2015

Catatan Ahir Tahun, Baru!



Secara pribadi, dalam setiap situasi baik dalam suka ataupun duka aku selalu mencoba untuk mengartikan sesuatu yang dapat diambil hikmahnya dari itu semua. Dan sebagai catatan beberapa waktu ini, aku ingin sedikit menuliskan tentang pelajaran hidup yang menurutku sangat berharga. Memang benar, belajar itu bukan hanya sekedar membaca buku atau dengan kata lain didapatkan dari sekolah formal. Memahami alam, kehidupan yang ada, dan belajar dari kemauan hati dapat juga disebut belajar.

Sunday, December 28, 2014

Keberagamaan Ditengah Kemiskinan

Seorang pengamat politik keagamaan, (alm)  Moeslim Abdurrahman pernah menulis sebuah buku bagus. Berjudul “Islam yang Memihak”.  Dalam buku tersebut, terdapat sebuah kolom menarik tentang Islam dan perubahan sosial.  Menyoroti tentang bagaimana gerak perubahan sosial yang masih timpang, di mana masih terjadi  proses alienasi yang mengingkirkan banyak orang secara sosial ekonomi. Agama mesti membaca kemungkaran sosial semacam ini dengan menumbuhkan kesadaran yang lebih memihak kepada yang lemah. Menumbuhkan gejolak iman yang risau terhadap penderitaan orang-orang yang lapar, tergusur atau tertindas. 

Sunday, December 21, 2014

Refleksi Hari Ibu: Era Post-Modern-Kapitalistik dan Dilema Ibu

Ibu adalah orang yang mengandung dan melahirkan kita sebagai anak-anaknya. Dengan penuh kasih sayang kita dibesarkan. Sentuhan-sentuhan lembut seorang ibu dalam membesarkan anaknya mempengaruhi jiwa anaknya. Segarang apapun seorang anak, pasti ada sisi yang lembut penuh kasih sayang seperti ibunya.

Thursday, December 11, 2014

Kidung Cinta Menyayat Qalbu


Setiap rinai yang jatuh menyusup ke bilik rindu, disana kita bertemu dalam sulaman kata yang tak pernah sampai. karena Tuhan yang kuasa menoreh setiap detik...Kita tak pernah tahu sampai waktu menyuguhkan kenyataan.

Aku berlarian di rumput hijau dengan kaki telanjang. Embun yang terinjak membuat sensasi dingin mengalir hingga keubun-ubun. Mentari masih tersipu malu dibalik kelambu langit biru. Sejuk merasuk melewati rongga pernapasan hingga ke tulang rusuk. Pagi, sebentar lagi datang menggelitik akal sehat ku. 

Monday, November 10, 2014

Biyung: Ingin Menagis di Pangkuanmu



Saat hati sedang gundah, tertekan dan butuh sandaran seperti ini, 
sedang tidak ada seorang manusia-pun yang rela menyerahkan bahunya untuk dijadikan sandaran, 
rasanya pengen bisa mewek di pangkuan ibu, mewek sekeras2nya sampek rasanya plong,
dan segera menyelesaikan apa yang harus segera diselesaikan..

Wednesday, November 5, 2014

Ku Pasrahkan Padamu Tuhan




Ya Allahu rabb ....
ada apa dengan diriku
ku sudah berusaha menjadi baik
tp ternyata ku bukan manusia baik di hadapanMu...
ku mencari cinta tuk diriku
belum juga kutemukan jati diriku sebenarnya

ku coba mencintai sosok manusia
yg Kau ciptakan dengan kelembutan seseorang
yg kukagumi.....
tapi cinta tuh bukan untuk ku
sampai kapan kutemukan cinta sejati
yg membuat diriku lebih berguna & satu alasan
membuatku punya tujuan tetap hidup di dunia ini

Friday, October 10, 2014

Mahasiswa Kehilangan Laptopnya?

Kita semua tahu bahwa mahasiswa menjadi sebuah magnet terbesar dalam setiap bentuk perubahan yang terjadi di dunia ini. Kaum yang banyak mendapatkan julukan ini tak hanya mampu menyumbangkan pemikiran, tetapi juga menjadi katalisator perubahan itu sendiri. Sejarah telah mencatat dalam tinta emas bagaimana mahasiswa mampu mengemban amanat sebagai  agen of change and agen of control. Di Indonesia sendiri, mahasiswa telah mulai menunjukkan kapasitasnya sebagai kaum penggerak ketika awal politik balas budi diterapkan oleh penjajah Hindia Belanda (tahun ).